Posts

Sinopsis dan Review Film Bumi Manusia (2019)

Image
Bumi Manusia merupakan film garapan sutradara Hanung Bramantyo dan diprofuksi oleh Falcon Pictures ini diangkat dari novel sastra fiksi karya besar dari Pramoedya Ananta Toer. Film ini masih seputar tentang zaman kolonial, tentang bagaimana nasib bangsa Indonesia di Hindia Belanda yang dalam film ini sering sekali disebut sebagai pribumi (ingat, bicara pribumi dalam konteks era penjajahan bukan berarti rasis!) yang pada saat itu mulai mengenal pendidikan sebagai bagian dari Politik Etis balas budi Belanda setelah tanam paksa dicabut. Kaum pribumi priyai pada saat itu jawa khususnya baru mengenal apa itu istilah modern, kemajuan dan teknologi. Terbius bujuk rayu pengetahuan dan pemikiran Eropa. Sampai terlena lupa jatidirinya sendiri sebagai pribumi. Bangsa yang berada di bawah Belanda dan Indo yang menjadi tamu di negeri moyangnya sendiri. Tapi dibentuk untuk mengagumi bangsa, pendidikan dan gaya hidup Eropa. Pemeran utamanya adalah Iqbaal Ramadhan sebagai Minke seorang pribum...

Film Max Havelaar (1976)

Image
Max Havelaar: or The Coffee Auctions of the Dutch Trading Company (judul aslinya dalam Bahasa Belanda:  Max Havelaar, of de koffie-veilingen der Nederlandsche Handel-Maatschappy ) merupakan sebuah novel yang diterbitkan tahun 1860 oleh Eduard Douwes Dekker seorang pegawai Pemerintahan Kolonial Belanda di Hindia Belanda yang juga memiliki nama pena Multatuli (ga tau dari bahasa mana) yang artinya 'saya sudah banyak menderita'. Novel tersebut kemudian dingkat menjadi sebuah film pada tahun 1976 dengan judul yang sama oleh Peter Faber sebagai sutradara sekaligus pemeran utama. Perlu dicatat disini bahwa Eduard Douwes Dekker yang hidup ditahun (1820-1887) berbeda dengan Ernest Douwes Dekker yang hidup ditahun (1879-1950), meskipun keduanya sama-sama orang Belanda yang menaruh simpati kepada bangsa Indonesia selama zaman penjajahan Belanda. Novel Max Havelaar merupakan karya yang fenomenal, semula ia menjadi inspirasi bagi gerakan sosial, mempengaruhi opini publik dan kriti...

Review dan Sinopsis Film Bollywood India 3 Idiots (Bagaimana Memandang Pendidikan)

Image
Ok, sekarang di awal tahun 2020 ditengah Pandemik Covid-19 yang disebabkan oleh virus Novel Corona (virus corona baru), telat banget gw baru mau nulis review tentang film Bollywood tahun 2009 yang sangat fenomenal ini (bisa dibilang salah satu film Bollywood terbaik sepanjang masa). Udah sekitar 11 tahun lalu film ini launching. Dulu gw sering denger banyak orang bilang 3 Idiots, 3 Idiots dan katanya memang bagus, tapi gw belum tergerak buat nonton film itu. Sampe akhirnya ditengah kondisi pandemik ini yang membuat banyak orang untuk Work From Home (WFH) dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, akhirnya gw 'paksain' diri buat nonton film ini. Gue nonton film ini selama hampir 3 jam ga ada bosen  atau  ngantuk sama sekali. Selain karena emang film komedi, tapi dari sisi cerita  juga bagus banget. Bikin penaran, aja ada tanda tanya yang ditimbulkn  bahkan saat film hampir  selesaipun endingnya ga kebaca. Let's start it... 3 Idiots bercerita tent...

(Bukan) Filosofi Kopi

Image
Akhir-akhir ini gw lagi sering nyobain macem-macem kopi. Sebelumnya pernah nyobain kopi-kopi asli dari daerah kayak waktu itu abis KKN di Bali, gw sempet beli kopi kayaknya Kopi Kintamani (lupa perisnya karena cuma ikut-ikutan orang lain beli kopi dan ga paham apa itu kopi). Setiap abis minum kopi itu, kepala gw pasti pusing kayak nyut-nyutan gitu. kalo gw pegang daerah di sekitar tulang baji kerasa bgt cenat-cenutnya. Tensi kayak naik. Akhirnya itu kopi ga kemakan dan cuma expired. Lama ga ngopi karena merasa ga kuat ngopi, gw mulai ngopi lagi karena menjamurnya 2 kopi hits jaman now Fore Coffee dan Kopi Kenangan. Ternyata setelah mulai ngopi lagi, gw ga gerasa pusing. Dari situgw coba buat mencari tahu jenis-jenis kopi. Yang sering denger yaitu, Arabica dan Robusta. Penasaran, mulai deh gw googling-googling terutamanya tentang Arabica dan Robusta, dua jenis kopi terbesar yang ada di dunia. Kopi Arabica Kalo dari segi rasa, cita rasa kopi ini lebih asam, kurang pahit. Karen...

Pindah Ibukota Perlu atau Tidak?

Image
Akhir-akhir semakin santer diberita terkait akan diumumkannya Ibu Kota baru oleh pemerintah. Disini gue akan coba ulas dari berbagai sudut pandang. Dan perlu digaris bawahi disini, gue tidak mengkait-kaitkan tulisan ini kea rah politik partisan. Gue coba untuk menulis pendapat yang pro maupun yang kontra.   Jadi ga usah diseret-seret ke ranah politik, apalagi sampe fanatik buta terus gontok-gontokan di social media hahaha. Beberapa hari yang lalu, ditengah-tengah ‘kegabutan’ ini, sore hari Selasa tanggal 20 Agustus 2019, ada acara Youth Talks: Yuk Pindah Ibu Kota atau bincang-bincang anak muda khususnya generasi milenial (bukan kolonial wkwk) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas di kantornya yang ada di depan Taman Suropati Menteng. Acara itu sesuai judulnya membahas seputar rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta di Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan sebagai kandidat terkuat. Poster acara Yout Talks di Bappenas Acara i...

Napak Tilas Proklamasi ke Rengasdengklok

Image
Kamis 15 Agustus 2019, gue ikut lagi kegiatannya Komunitas Historia Indonesia (KHI). Kali ini karena mendekati peringatan hari kemerdekaan Indonesia, temanya juga seputar 17an yaitu mengunjungi rumah tempat ‘diculiknya’ Bung Karno dan Bung Hatta yang terkenal dalam peristiwa Rengasdengklok. Acara dimulai dari jam 7 pagi, berkumpul di Museum Joang 45. Ternyata acara ini acara dari Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. KHI menjadi bagian dari jalannya acara itu. Sebagian besar pesertanya adalah dari guru-guru SMP dan SMA se-Jakarta, khususnya para guru sejarah. Setelah registrasi, tepat pukul 08.00 rombongan yang terdiri dari 5 bis (4 bis besar dan 1 bis kecil), berangkat menuju Rengasdengklok melalui jalan tol. Perjalanan ditempuh dalam waktu 2 jam. Gue berada di bis 1 bersama sebagian teman-teman dari KHI dan sisanya lagi ada di bis 2. Beruntung bagi yang berada di bis 1 karena Kang Asep Kambali, pendiri KHI yang sekaligus menjadi...