Posts

Showing posts with the label FILM

Tentang Unsung Cinderella (Drama Jepang Tentang Apoteker di Rumah Sakit) Episode 1

Image
Unsung Cinderella adalah film drama Jepang yang menceritakan tentang seorang apoteker bernama Aoi Midori (Satomi Ishihara) yang bekerja di Rumah Sakit (RS) Umum Takatsu. Aoi merupapak apoteker yang memiliki sifat altruistik (mendahulukan kepentingan pasien). Dia menyadari bahwa apoteker merupakan benteng terakhir bagi keselamatan pasien selama pengobatan. Secara garis besar kondisi profesi apoteker yang bekerja di rumah sakit di Jepang kurang lebih masih hampir sama dengan di Indonesia dalam hal anggapan atau pandangan tenaga kesehatan lain ataupun pasien/masyarakat secara umum dalam menangani pasien (kalau dalam hal kesejahteraan jelas beda kayaknya). Pada episode 1 terlihat beberapa adegan yang menampilkan bahwa apoteker memang seperti kurang diperhatikan. Misalnya saat Aihara Kurumi (Nanashe Ishino) apoteker yang baru diterima bekerja di RS tersebut bertanya kepada Kepala Departemen Farmasi -kalau disini mungkin Kepala Instalasi Farmasi- Handa Satoko (Miki Maya), 'Apakah apoteke...

Sinopsis dan Review Film Bumi Manusia (2019)

Image
Bumi Manusia merupakan film garapan sutradara Hanung Bramantyo dan diprofuksi oleh Falcon Pictures ini diangkat dari novel sastra fiksi karya besar dari Pramoedya Ananta Toer. Film ini masih seputar tentang zaman kolonial, tentang bagaimana nasib bangsa Indonesia di Hindia Belanda yang dalam film ini sering sekali disebut sebagai pribumi (ingat, bicara pribumi dalam konteks era penjajahan bukan berarti rasis!) yang pada saat itu mulai mengenal pendidikan sebagai bagian dari Politik Etis balas budi Belanda setelah tanam paksa dicabut. Kaum pribumi priyai pada saat itu jawa khususnya baru mengenal apa itu istilah modern, kemajuan dan teknologi. Terbius bujuk rayu pengetahuan dan pemikiran Eropa. Sampai terlena lupa jatidirinya sendiri sebagai pribumi. Bangsa yang berada di bawah Belanda dan Indo yang menjadi tamu di negeri moyangnya sendiri. Tapi dibentuk untuk mengagumi bangsa, pendidikan dan gaya hidup Eropa. Pemeran utamanya adalah Iqbaal Ramadhan sebagai Minke seorang pribum...

Film Max Havelaar (1976)

Image
Max Havelaar: or The Coffee Auctions of the Dutch Trading Company (judul aslinya dalam Bahasa Belanda:  Max Havelaar, of de koffie-veilingen der Nederlandsche Handel-Maatschappy ) merupakan sebuah novel yang diterbitkan tahun 1860 oleh Eduard Douwes Dekker seorang pegawai Pemerintahan Kolonial Belanda di Hindia Belanda yang juga memiliki nama pena Multatuli (ga tau dari bahasa mana) yang artinya 'saya sudah banyak menderita'. Novel tersebut kemudian dingkat menjadi sebuah film pada tahun 1976 dengan judul yang sama oleh Peter Faber sebagai sutradara sekaligus pemeran utama. Perlu dicatat disini bahwa Eduard Douwes Dekker yang hidup ditahun (1820-1887) berbeda dengan Ernest Douwes Dekker yang hidup ditahun (1879-1950), meskipun keduanya sama-sama orang Belanda yang menaruh simpati kepada bangsa Indonesia selama zaman penjajahan Belanda. Novel Max Havelaar merupakan karya yang fenomenal, semula ia menjadi inspirasi bagi gerakan sosial, mempengaruhi opini publik dan kriti...

Review dan Sinopsis Film Bollywood India 3 Idiots (Bagaimana Memandang Pendidikan)

Image
Ok, sekarang di awal tahun 2020 ditengah Pandemik Covid-19 yang disebabkan oleh virus Novel Corona (virus corona baru), telat banget gw baru mau nulis review tentang film Bollywood tahun 2009 yang sangat fenomenal ini (bisa dibilang salah satu film Bollywood terbaik sepanjang masa). Udah sekitar 11 tahun lalu film ini launching. Dulu gw sering denger banyak orang bilang 3 Idiots, 3 Idiots dan katanya memang bagus, tapi gw belum tergerak buat nonton film itu. Sampe akhirnya ditengah kondisi pandemik ini yang membuat banyak orang untuk Work From Home (WFH) dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, akhirnya gw 'paksain' diri buat nonton film ini. Gue nonton film ini selama hampir 3 jam ga ada bosen  atau  ngantuk sama sekali. Selain karena emang film komedi, tapi dari sisi cerita  juga bagus banget. Bikin penaran, aja ada tanda tanya yang ditimbulkn  bahkan saat film hampir  selesaipun endingnya ga kebaca. Let's start it... 3 Idiots bercerita tent...

Resensi Film Ali & Nino di Europe on Screen 2019

Image
Yap. Kali ini gue akan coba menulis resensi film lagi yang berjudul Ali & Nino. Film ini gue tonton saat pemutaran film-film pada festival Europe on Screen 2019 bulan April lalu. Seperti yang pernah gue jelas sebelumnya, rangkaian festival ini diadakan ditiap-tiap pusat kebudayaan negara-negara eropa yang tersebar di Jakarta dalam rangka peringatan Europe Day pada tanggal 9 Mei. Tapi mungkin berhubung tahun ini tanggal 6 Mei sudah masuk bulan suci Ramadhan, jadi pelaksanaan festival ini dimajukan tanggal 18 April - 31 Mei. Tanggal 19 Mei 2019 tepatnya 2 hari setelah Pemilu Naional & Pemilu Presiden gue dateng ke acara ini. Saking niatnya, jauh-jauh hari sebelum mau nonton, gue udah ngelist film-film yang bakal tayang di hari sabtu, minggu dan hari libur yang sekiranya bisa gue tonton beserta ratingnya di IMDB. Maklum, sehari-hari kerja di kawasan pabrk yang jaraknya sekitar 30-40 km dari Jakarta. Jadi ga bakal bisa nonton kalo hari kerja. Selesai Sholat Jumat, akhirnya gue...

Mentari di Ufuk Timur

         Ok, saatnya nulis lagi setelah beberapa bulan ini ga pernah nulis. Kali ini gue mau nulis tentang sebuah film yang gue tonton di Kineforum, kompleks Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Sesuai judul tulisan ini, film ini berjudul Mentari di Ufuk Timur. Film ini diputar dalam rangkaian acara East Cinema yang diselenggarakan oleh IKJ. Acara ini bertema tentang diputarnya karya-karya film dari wilayah Indonesia bagian timur seperti Papua dan Makassar, serta juga film dari Timur Tengah (Middle East) seperti Palestina, Irak dll.        Film yang gue tonton ini diangkat dari kisah nyata terinspirasi dari kehidupan sang sutradara, berlatar dan setting di Papua tepatnya di Kabupaten Muting Merauke sekitar tahun 1997. Kisah ini mengenai anak-anak penduduk kampung setempat yang sulit melanjutkan sekolah ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) karena m ereka harus melanjutkan sekolah di Kota Merauke yang ja...