Sekilas tentang Bahasa Arab

Tampilan aplikasi belajar bahasa asing Rosetta Stone via Website

Udah beberapa bulan terakhir gw nyoba aplikasi belajar bahasa asing paid lifetime access. Iseng-iseng nyoba beberapa bahasa besar dunia yang banyak penuturnya secara global kayak Arab, Mandarin, Jepang, Perancis, Jerman & Spanyol.

Gw research kecil-kecilan sebagai orang awam yang bukan ahli bahasa. Googling ke sumber-sumber linguistik & sedikit referensi dari ChatGPT, ada 3 parameter dasar bahasa yang gw bandingin :

1.      Homofon (diucapkan sama, tapi tulisan beda, artinya beda) -> banyak di bahasa Mandarin, Perancis, Jepang, Spanyol, Inggris (contohnya : Sun = matahari, Son = anak laki2).

 

2.      Homograf (tulisan sama, tapi diucapkannya beda, artinya beda ->

banyak di bahasa Jepang (contoh : 大きいおおきい (ōkii) = besar, 大学だいがく (daigaku)= universitas. yang pertama dibaca oo, yang kedua dibaca dai) &

bahasa Arab* Gundul yang ditulis tanpa tanda baca harakat كتب bisa dibaca kataba (dia menulis), kutiba (telah ditulis), kutub (buku-buku)

* bahasa Arab yang dengan harakat = tidak homograf sama sekali كَتَبَ (kataba) → menulis, كُتِبَ (kutiba) → ditulis كِتَاب (kitāb) → buku, كُتُب (kutub) → buku-buku.

 

3.      Polisemi -> satu kata yang tulisannya sama, bacanya sama, tapi artinya beda -> paling banyak di bahasa Arab.

Contohnya :

عَيْن (ʿayn) artinya bisa mata, mata air, mata-mata, emas.

 

Bahasa Arab itu yang paling sedikit bahkan hampir ga ada homofon & homograf, artinya :

- ketika suatu kalimat diucapkan, kemudian didengar -> bisa langsung jelas & pasti tulisannya bgmn (dgn tanda baca)

- ketika suatu kalimat ditulis (dgn tanda baca), kemudian dibaca -> bisa langsung jelas arti dan maknanya apa

Jadi di sisi yang ini bahasa Arab bisa menjaga nash (teks) Al-Qur’an yang ribuan tahun lalu diturunkan ke Rasulullah Nabi Muhammad SAW, masih terjamin keasliannya sampai skrg, tapi di satu sisi yang lain karena bahasa Arab banyak poliseminya tadi, bahasa Al-Qur’an bisa ’luwes’ ditafsirkan.

Kalau kata K.H. Wahid Hasyim, anak dari K.H. Hasyim Asy’ari pendiri NU sekaligus bapaknya Gus Dur itu Al-Qur'an adalah kitab suci yang paling demokratis, artinya terbuka terhadap perbedaan pendapat dan tidak takut pada pandangan lain, mencerminkan semangat kebebasan berpikir dalam menafsirkan, TAPI bahasa Arab juga punya sistem akar kata :

Akar ع–د–ل (keadilan/keseimbangan)

Semua derivasi (عدل، عدل، اعتدال…) berputar di medan “lurus–seimbang”.

Menafsirkan “keadilan” jadi “kesewenang-wenangan” tidak punya jalur etimologis → gugur.

Ini mencegah penafsiran secara liberal yang keluar dari koridor Al-Qur’an dan Sunnah.

Peran Sunnah: pengunci pemakaian bahasa

Secara linguistik-historis, Sunnah adalah kumpulan pemakaian otoritatif: bagaimana Nabi memakai kata, dalam konteks apa, dengan makna apa. Rasulullah riwayat hidupnya tercatat dengan sangat baik, termasuk ucapan dan perbuatannya dalam hadits.

Ini membuat tafsir: tidak sekadar mungkin secara bahasa, tapi juga terkonfirmasi secara pemakaian.

Bahasa Arab juga termasuk sebagai bahasa hidup dari awal Al-Qur’an diturunkan, digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan terinstitusionalisai dengan sgt baik di dalam tradisi-tradisi Islam sampai sekarang. Berbeda dengan Bahasa Aramaik (bahasanya Nabi Isa AS) -> kontinu & terfragmentasi, bukan bahasa tunggal dan terfragmentasi (Bahasa Aram sekarang menjadi rumpun bahasa yang terdiri dari beberapa bahasa anggotanya) atau Bahasa Ibrani (Bahasanya Nabi Musa AS) -> diskontinu sempat mati hanya menjadi bahasa luturgi dan tidak menjadi bahasa sehari-hari berjarak ratusan tahun sampai Ibrani Modern distandarisasi (artifisial).

Ini baru bahasa Arabnya secara prinsip-prinsip dasar. Kalau untuk ilmu tafsir Al-Qur’annya, Bahasa Arab tidak berdiri sendiri, tapi juga dikontrol oleh ilmu-ilmu pendamping seperti : Nahwu-Sharaf, Balaghah, Asbab Al-Nuzul, Qira’at, Hadis, Ijma’ & Qiyas.

Hal ini membuat bahasa Arab menggabungkan 4 hal sekaligus:

  1. Polisemi tinggi
  2. Struktur akar–pola yang transparan
  3. Kontrol morfologi & sintaks kuat
  4. Tradisi ilmu tafsir berlapis dan ketat

➡️Makna bisa berkembang
➡️ Tanpa tercerabut dari akar

Ini yang jarang sekali terkumpul bersamaan di satu bahasa, kecuali hanya pada Bahasa Arab.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Unsung Cinderella (Drama Jepang Tentang Apoteker di Rumah Sakit) Episode 1

Satu Malam di Museum Bahari Jakarta ex. Gudang Rempah-Rempah VOC

Yogyakarta, Kota yang Istimewa